Nota Kesepahaman/Kesepahaman atau juga biasa disebut dengan Memorandum of Understanding (MoU) atau pra – kontrak, pada dasarnya tidak dikenal dalam hukum konvensional di Indonesia. Akan tetapi dalam praktiknya, khususnya bidang komersial, MoU sering digunakan oleh pihak yang berkaitan. Hal mana, MoU merupakan suatu perbuatan hukum dari salah satu pihak (subjek hukum) untuk menyatakan  maksudnya kepada pihak lainnya akan sesuatu yang ditawarkannya ataupun yang dimilikinya. Dengan kata lain, MoU pada dasarnya merupakan perjanjian pendahuluan, yang mengatur dan memberikan kesempatan kepada para pihak untuk mengadakan studi kelayakan terlebih dahulu sebelum membuat  perjanjian yang lebih terperinci dan mengikat para pihak pada nantinya.

Pada dasarnya MoU memuat hal-hal sebagai berikut:

  1. MoU merupakan pendahuluan perikatan (landasan kepastian);
  2. Content /isi materi dari MoU hanya memuat hal-hal yang pokok-pokok saja;
  3. Dalam MoU memilki tenggang waktu, dengan kata lain bersifat sementara;
  4. MoU pada kebiasaannya tidak dibuat secara formal serta tidak ada kewajiban yang memaksa untuk dibuatnya kontrak atau perjanjian terperinci; dan
  5. Karena masih terdapatnya keraguan dari salah satu pihak kepada pihak lainnya, MoU dibuat untuk menghindari kesulitan dalam pembatalan.

Dengan demikian maka dapat disampaikan bahwa MoU atau Nota Kesepakatan pra perjanjian, dimana Nota Kesepakatan hanya memuat hal-hal yang akan disepakati, dan pada dasarnya MoU hanya dapat berlaku 2(dua) tahun dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan PARA PIHAK.